Jumat, 22 April 2011

Ibu Kartini, Islam, dan posisi perempuan dalam kacamata seorang kartini

Tulisan ini disadur dari majalah elfata katanya. Ada yang punya majalah tersebut untuk konfirmasi?

AKHIR PEMIKIRAN IBU KARTINI
(Beliau adalah istri ke empat dari Bupati Rembang dan meninggal di usia 25
tahun dengan membawa pemahaman Islam yang lurus, InsyaAllah)


Kartini dianggap sebagai pelopor perjuangan emansipasi di Indonesia. dan
akhir-akhir ini namanya dihubung-hubungkan dengan kata feminisme.
Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah sebagian
proses hidupnya yang gelisah. Akhir proses kartini tak banyak terungkap.
Pemikiran pada awal prosesnya-lah yang terlanjur lantang disuarakan sehingga
lekat pada namanya. Padahal, menjelang akhir hayatnya, Pemikiran kartini
telah banyak berubah.

KARTINI DULU

Ngga bisa disalahkan kalo ada orang yang beranggapan Kartini memperjuangkan
emansipasi, mendobrak adat, dan berkiblat ke Barat, serta mengkritisi Islam.
Pada awalnya, Kartini emang demikian. Inilah contoh surat-suratnya:
“…Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu
meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa” [surat
kepada Stella, 25 Mei 1899]

“Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan
aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih.” [surat kepada Ny
Ovinksoer, 1900]

Rabu, 17 November 2010

Saatnya kembali mengoding

Nah, sekarang saatnya saya kembali mengoding PPL kawan. Besok deadline! Arrgghh tidak!!! Semoga Bu Yani baik ngasih nilainya dan semoga asisten juga :D

Sabtu, 13 November 2010

Three (tri) : jaringan GSMku

kata orang, kalo misalnya customer sangat puas dengan layanan maka ia akan menjadi fanatik ddan tidak akan meninggalkan si servis yang ia gunakan. Sepertinya itulah yang tengah terjadi pada saya.

Ya, seperti logo yang saya pasang di blog saya ini, saya lagi benar-benar sangat mencintai operator seluler yang satu ini. Bagaimana tidak, semua promo yang ia berikan benar-benar membuat kantong saya tebal. Alhasil, saya bisa mengalokasikan anggaran saya untuk kebutuhan lain (terutama ngemil, hahahaha :p)

Saya ingin dong sedikit mempromosikan operator seluler saya yang satu ini, sebagai timbal balik kecintaan saya kepada servis yang ia sediakan.

setiap operator biasanya menawarkan kelebihannya masing-masing, dengan membidik suatu pasar tertentu dari pengguna seluler. Ketika kuliah umum Pak Hasnul (CEO XL Axiata) telkomsel dan indosat sekitar tahun 2006an mencoba menyasar high-price(atau apalah istilahnya saya lupa) dengan high quality. sementara itu operator baru seperti flexi, esia, dan three menyasar pasar engan low quality dan low price.

Dalam benak saya, itulah sebabnya mengapa ketika saya pertama kali menggunakan three smsnya suka ga sampe, telepon pas udah keitung airtime (apa ya istilahnya, intinya pulsanya udah kepotong lah) tiba2 keputus (ini bikin jengkel banget pas saya pertama-tama pake three sektiar 3 tahun yang lalu) dan lain sebagainya. Belum lagi sinyalnya walah mak…. –__-“

Tapi itu cerita dulu. Sekarang kalo saya telepon gampang nyambung, orang gampang masuk,dan ga ada ceritanya SMS telat masuk atau telat sampe (pengecualian kalo target SMS saya adalah indosat, operator ini kualitasnya mulai turun beberapa bulan terakhir – yang menyebabkan saya akhirnya memutuskan ganti operator padahal nomor saya cantik banget). Tapi kalo soal sinyal, kalo di ruang tertutup memang masih sering ogah2 an sih :P. Tapi overall, bagus lah kualitasnya – untuk harga yang sepadan

Selasa, 14 September 2010

Kriminalitas Aliran Ahmadiyah

Mengutip dari tulisan Saudara saya Arif Munandar Riswanto
Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir dan Aktivis Muda PERSIS

Sebagai bangsa mayoritas Muslim, kita patut bahagia karena pemerintah akhirnya telah bertindak tegas terhadap Ahmadiyah. Rapat Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengamat Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kejaksaan Agung resmi mengeluarkan pernyataan bahwa Ahmadiyah adalah aliran terlarang di Indonesia. Ini artinya Ahmadiyah secara legal formal tidak boleh menjalankan aktivitas di Indonesia. Meskipun demikian, masih banyak cendekiawan yang pintar berbicara Islam justru mati-matian membela Ahmadiyah. Atas nama HAM, demokrasi, dan kebebasan beragama mereka membuat justifikasi ilmiyah untuk melindungi aliran tersebut. Padahal, yang mereka bela bukan pahlawan, tetapi pemberontak, pembuat kudeta, dan perusak kedaulatan masyarakat Muslim. Logika demokrasi pun mengajarkan bahwa hak mayoritas harus didahulukan dari hak minoritas. Jika hak mayoritas dan minoritas bertentangan, hak minoritas yang harus mengalah. Jika tidak demikian, berarti minoritas telah berbuat zalim terhadap mayoritas. Tentu saja itu tidak bisa diterima oleh logika demokrasi yang selalu mengedepankan suara mayoritas. Kita tidak perlu susah-payah memutar otak untuk mengetahui kekeliruan Ahmadiyah.


Teks-teks Alquran, As-Sunnah, serta Konsensus universal (ijma) umat Islam selama empat belas abad cukup menjadi argument kuat bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad. Bahkan, setelah Nabi Muhammad wafat pun Abu Bakar dan para sahabat lainnya memerangi orang-orang yang mengaku sebagai nabi baru, seperti Musailimah, Sujjah, Al-Asadi, dan Al-’Unsi. Dengan demikian, tidaklah salah jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sesat bagi aliran apa pun yang mengaku ada nabi baru setelah Nabi Muhammad.


Kriminal
Hal yang dilakukan oleh aliran Ahmadiyah dan aliran-aliran lainnya tak sekadar kesesatan dalam beragama, tetapi sebuah tindakan kriminal yang sangat besar terhadap umat Islam di seluruh dunia. Mereka merongrong kedaulatan umat Islam dalam beragama. Inilah bahaya terbesar yang akan membuat chaos masyarakat Muslim. Sebelum dibentuk oleh apa pun, hal pertama yang membentuk masyarakat muslim adalah nilai-nilai spiritual. Jika nilai-nilai tersebut dinodai, masyarakat Muslim harus bangkit untuk melawan dan memeranginya.


Inilah alasan mengapa Islam memberlakukan hukuman yang sangat keras terhadap orang yang murtad. Menurut Islam, murtad bukan hanya berubah pikiran dari satu agama kepada agama lain, tetapi mengubah loyalitas dari satu kedaulatan kepada kedaulatan lain.Dengan kata lain dari masyarakat atau negara Muslim pada masyarakat atau negara non-Muslim. Perbuatan murtad persis seperti orang yang membuat makar dan memberontak terhadap negara. Jika di sebuah negara ada kelompok yang memproklamirkan presiden, masyarakat, hari kemerdekaan, bendera, dan dasar Negara baru, kelompok tersebut pasti akan diperangi karena telah merusak hal-hal fundamental negara. Terlebih lagi jika kelompok tersebut menyebarkan rahasia-rahasia negara kepada negara lain untuk kemudian mengajak negara tersebut untuk memerangi negara yang dia khianati. Kelompok tersebut pasti tidak akan diampuni. Bahkan, dalam hukum positif, menyebarkan rahasia negara termasuk ke dalam tindakan kriminal yang sangat besar.


Inilah yang telah ditegaskan oleh Rasulullah dalam salah satu hadits: “Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah, kecuali oleh tiga hal (yang salah satunya) meninggalkan agamanya (murtad) dan berpisah dari jamaah.” (HR Muslim).


Orang murtad adalah orang telah berpisah dari jamaah umat Islam. Ia orang yang memberontak masyarakat tempat dia dulu memberikan loyalitas. Loyalitasnya telah diubah dan diberikan kepada umat lain. Karena perbuatan makar seperti ini akan membahayakan eksistensi sebuah masyarakat Muslim, hukuman yang diberlakukan oleh Rasulullah pun sangat keras. Dalam salah satu hadits, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia.”(HR Al-Bukhari).


Beberapa bulan ke belakang kita pernah dihebohkan oleh sebagian warga Indonesia Kalimantan yang diam-diam melakukan latihan militer dan bergabung dengan Laskar Wathaniyah Malaysia. Karena perbuatan tersebut dianggap sebagai tindak pidana yang besar terhadap negara, beberapa cendekiawan kita ada yang mengusulkan agar kewarganegaraan Indonesia orang-orang itu dicabut. Terlebih lagi, mereka banyak yang memiliki kartu identitas ganda. Seperti itulah keberadaan aliran Ahmadiyah bagi umat Islam. Karena memiliki identitas ganda, tidak salah jika umat Islam sepakat untuk mencabut kewarganegaraan Islam dari para pengikut Ahmadiyah dan tidak menganggap mereka sebagai bagian dari kelompok umat Islam.


Menghindari Chaos
Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dalam “Nahnu wa Al-Gharb” (Kairo: 2006), agar hukuman yang diberlakukan tidak menjadi liar, kita harus membedakan antara orang murtad yang mengajak orang lain untuk murtad dan orang murtad yang diam. Jika termasuk ke dalam murtad jenis pertama (Ahmadiyah dan seperti nabi-nabi Indonesia), hukuman yang berlaku pun harus keras. Selain telah mengubah loyalitas, murtad jenis ini pasti akan membuat chaos masyarakat muslim. Dia telah terang-terangan memberontak, merongrong, dan melakukan kudeta terhadap kedaulatan agama serta masyarakat Muslim. Jumhur ulama berpendapat bahwa murtad jenis ini harus dibunuh. Namun, jika termasuk ke dalam murtad jenis kedua, murtad seperti ini urusannya diserahkan kepada Allah. Allah SWT berfirman: “ Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (QS Al-Baqarah : 217).


Dengan demikian, Allah yang nanti akan menghukumi murtad jenis ini pada hari kiamat. Murtad jenis ini termasuk ke dalam kebebasasan privat seseorang untuk memeluk agama yang dia yakini sebagai agama yang benar. Ini adalah pendapat An-Nakha`i, At-Tsauri, dan atsar Umar bin Al-Khathab.


Ada hal penting yang harus dicatat bersama, yaitu sebelum memerangi aliran yang telah dicap sesat, para ulama harus mengajak bertobat dahulu ketua dan para pengikut aliran tersebut. Hal itu dilakukan agar kita bisa mengetahui jalan pikiran mereka untuk kemudian mematahkannya.


Kriminal lain yang dilakukan oleh Ahmadiyah adalah karena aliran tersebut memproklamasikan diri sebagai bagian dari umat Islam. Padahal, seperti yang telah diterangkan di atas, mereka adalah pembuat makar, kriminal, pemberontak, dan orang-orang murtad. Jika saja mereka mengumumkan sebagai agama baru yang tidak ada kaitannya dengan agama Islam, umat Islam pasti akan melindungi mereka.


Dengan demikian, permasalahannya bukan berarti pengikut Ahmadiyah dilarang untuk menyembah Tuhan, sebagaimana diklaim oleh orang-orang liberal. Seluruh umat manusia di dunia ini berhak menyembah Tuhan apa pun yang diyakininya. Ini termasuk ke dalam ajaran dasar di dalam agama Islam. Allah SWT berfirman: ” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS Al-Baqarah: 256). Jika ada yang meyakini sapi, arca, bintang, planet, matahari, bulan, halilintar, guntur, dan lai-lain sebagai Tuhan, ia bebas untuk meyakininya.


Namun, kebebasan tersebut dibatasi oleh keyakinan orang lain. Keyakinan tersebut tidak boleh seenaknya mengklaim sebagai bagian dari keyakinan orang lain. Hal ini persis seperti orang yang ingin mendirikan negara di dalam negara. Orang yang melakukannya pasti akan dicap pemberontak dan diperangi karena telah melakukan kriminal besar. Namun, jika orang tersebut mendirikan negara barunya tersebut di wilayah dan kedaulatan yang sama sekali baru, ia bebas untuk melakukannya dan tidak akan dicap sebagai pembuat makar.


Diambil dari Republika, 25 April, 2008 yang juga di copy-paste dari http://ikappim92.forumakers.com/artikel-f16/kriminalitas-aliran-ahmadiyyah-t8.htm

Kekerasan terhadap Ahmadiyyah? Ya iyalah orang dianya yang ga tau diri

Saya membaca salah satu petisi online yang ada di link http://www.petitiononline.com/agamaind/. Saya sama sekali tidak sepakat dengan apa yang ada di paragram 3  yang saya kutip berikut ini :

Kekerasan juga terjadi pada kelompok kepercayaan, seperti yang terus menerus terjadi pada kelompok Ahmadiyah, menjadikan ke-200.000 pengikutnya hidup dalam ketakutan. Tanpa proses pengadilan, bahkan berdasarkan interpretasi kepercayaannya sendiri, Menteri Agama Suryadharma Ali telah mengumumkan rencana untuk membubarkan Ahmadiyah.

Saya ga keberatan sih actually dengan isi petisi itu, tapi bagian ini saya sangat sangat keberatan

Mengapa?

Ahmadiyyah adalah salah satu bentuk penistaan agama. Mereka telah mengingkari kerasulan Muhammad sebagai nabi terakhir, tapi mengklaim diri sebagia bagian dari Islam. Nah ini masalah utamanya. masalahnya, orang yang mengingkari kerasulan Muhmmad bukan lagi orang Islam, ini adalah salah satu dari 10 penggugur keIslaman (Syarh Aqidah Ahlussunnah Waljamaah, Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas). Jelas saja, orang2 Islam tidak akan terima ketika agama yang sangat mengagungkan ALLOH dan memuliakan Rasulullah ini dinodai oleh satu aliran yang mengaku Islam padahal bukan

Jadi, Om-Om yang ada di JIL yang menandatangai petisi ini, ati2 yang kalo ngomong. Kalo Om-om di sana mau meningkatkan kerukunan umat beragama bolehlah. Tapi kalo ada yang sotoy pengen masuk golongan Islam tapi semena-mena gitu ya bilangin dulu sama mereka kalo mereka agama sendiri bukan Islam, tempat ibadahnya bukan masjid, dan Tuhannya bukan ALLOH. Ok?

Rabu, 11 Agustus 2010

Sebuah nasihat akan individualisme

Suatu hari, sekitar 4-5 bulan yang lalu, saya bertemu dengan salah seorang yang sangat saya hormati. Ya, saya hormati beliau karena beliau sepertinya menghargai para tamunya, bervisi ke depan, dan sangat bersahaja. Okay, sosok ideal seseorang untuk mendidik anak-anak mereka.

Kami kemudian berbincang akan satu hal mengenai mimpi-mimpi masa depan. Bahwa semua hal harus dikembalikan kepada ALLOH swt. Sebuah nasihat yang kadang saya abaikan dalam hidup ini. Saya akui, memang kadang hidup bisa menjadi sangat materialis, sehingga melupakan adanya Illah tempat seluruh manusia akan kembali.

Dan kemudian, masuklah kami dalam topik “apakah mimpi-mimpi saya”? Sebuah topik yang sangat menarik perhatian – setidaknya buat saya yang senang membicarakan apa mimpi kita ke depan dan bagaimana cara berkolaborasi untuk meraihnya.

Nah, ada sebuah quote yang saya sangat ingat betul – karena nasihat itu ternyata betul-betul mempengaruhi kehidupan saya – setidaknya cara pandang saya mengenai seorang yang – awalnya – sangat saya hormati.

“Kalo kamu punya mimpi. Simpan dalam-dalam di hatimu. Jangan sampai orang lain tahu. Karena siapa tau orang itu berniat buruk sama kamu sehingga kamu tidak mencapai tujuanmu itu. Biar ALLOH sajalah yang tahu dan biar dia yang mengabulkannya.”

Kamis, 10 Juni 2010

Ketika artist dan engineer berkolaborasi bersama

Alhamdulillah saya diwajibkan oleh ITB untuk mengambil 9 SKS non-prodi, yaitu SKS yang harus diambil dari luar program studi Informatika. Alhasil, saya mencari mata kuliah yang tidak terlalu susah (karena tugas di Informatika pastinya akan sangat berjibun apalagi saya mengambil mata kuliah pemrograman internet) namun memberikan keuntungan maksimal (baik dari sisi ilmu maupun dari sisi nilai. Hehehehe). Akhirnya saya memutuskan mengambil mata kuliah Media Interaktif (prodi Desain Komunikasi Visual) dan juga Keamanan Informasi (prodi Sistem dan Teknologi Informasi)

Nah, pada tulisan ini saya ingin berbagi mengenai kuliah Media Interaktif saya. KUliah ini saya ambil bersama rekan-rekan Informatika lainnya, di antaranya Mas Geribaldy, Wafdan, Iqbal, Mas Inez, dan beberapa rekan Informatika yang lainnya.

Awalnya saya ragu, karena seperti halnya anak IF yang membutuhkan pengetahuan dasar “coding” untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, maka temen2 di DKV pun pastinya membutuhkan skill dasar “menggambar” baik itu secara digital maupun manual. Nah, dari manakah skill itu saya dapat? Ternyata setelah saya lihat di website kuliah, kuliah ini tidak sepenuhnya art! Dibutuhkan interaktifitas yang tidak lain hanya bisa didapat dengan coding. Hohohoho. Apalagi setelah saya konsultasi dengan dosen yang bersangkutan, Bapak Intan R. Mutiaz, beliau telah mengkonfirmasi bahwa saya tidak akan terhambat dalam mengikuti kuliah ini. Alhamdulilla wali saya Bu Ayu PUrwarianti pun mengizinkan.

Setelah bergelut dengan sedikit teori, maka masuklah kami ke sesi “TUGAS BESAR!”. Sesi ini disebut “PROYEK” di sana, dikerjakan 5-7 orang di mana satu tim biasanya terdiri dari 2-3 anak Informatika (banyak juga ya mahasiswa informatika yang mengambil kuliah ini). Tugasnya adalah, membuat sebuah media interaktif dari flash dengan tema kuis mengenai ITB!

Kemudian kami langsung berkumpul dan rapat. Dari hasil rapat, kami akan membuat sebuah kuis di mana dengan manipulasi grafis, tim kami akan menghilangkan suatu benda yang ada di ITB dan menanyakan benda apa yang hilang sebenarnya. (screenshotnya akan saya tampilkan nanti). Ada 12 pertanyaan, masing-masing dengan 3 level yang berbeda. Level berikutnya hanya akan bisa diakses ketika level lebih bawah telah terjawab semua. Untuk setiap pertanyaan, terdapat 7 animasi yang akan memberitahu apakah jawaban pemain benar dan 7 animasi lain yang akan memberitahu apakah jawaban pemain tersebut salah (akan di-random animasi mana yang akan muncul). Dan di akhir permainan, terdapat 12 kemungkinan karakter yang akan muncul, bergantung kepada total benar dari 12 pertanyaan yang dijawab oleh pemain. Bayangkan, action script nya buat saya memang sederhana. Tapi tentunya temen2 DKV lebih baik fokus kepada animasi dan manipulasi grafis yang ada.

Nah, pekerjaan awal kami adalah membuat welcome screen. Ide welcome screen kami datang dari salah satu production house film besar. DREAMWORKS kalo ga salah. Inilah screenshotnya :

image

Endangered Animal of the Day : Lupakah Kita Akan Keberadaan Mereka?