Jumat, 19 Desember 2008

Hati-hati belanja di Borma Dago

Ternyata bukan cuma pemerintah nakal yang suka me markup harga. Swalayan juga! Berhati-hatilah jika Anda ingin belanja di borma di dago atas (terutama buat mereka yang tinggal sekitar daerah dago dan sering belanja di Borma).

Suatu ketika saya ingin membeli kit kat di sana. Mendengar keluhan banyak orang termasuk ibu saya yang pernah dikerjain sama si borma, setelah membayar kitkat itupun saya kemudian langsung melihat harga yang terpajang di stand. dan, hal itu terjadi!

ketika saya melihat harga di stand, harga kitkat itu adalah 3700 rupiah saja. namun ketika di kasir, harga itu ternyata menjadi 4200 atau dinaikkan 500 rp...

hal itu pernah dialami mama juga, yang sudah sampai 4 kali mengadu ke manajemen dan manajemen berjanji akan memperbaiki kesalahan ini. namun buktinya, sampai siang ini masalah ini masih belum diperbaiki. dan sepertinya memang hal ini dijadikan cara untuk mendapatkan keuntungan lebih dari konsumen dengan cara yang tidak halal.

memang ga banyak sih, 500 rp saja yang hilang merupakan bagian dari penipuan itu. tapi toh konsumen biasanya melihat harga di stand terlebih dahulu untuk memutuskan membeli atau tidak. dan berapa ratus orang yang belanja di tempat itu, dan berapa ribu item yang di markup harganya. kalo diakumulasi, tetaplah besar nominal yang telah direkayasa ini.

Sial kali sih zaman ini. semuanya pake di mark up. berbisnis tanpa akhlak lah, memimpin tanpa akhlaklah. ujung2nya rakyat yang polos dan lugu (seperti saya) - lah yang dirugikan. kapankah aklak rakyat negara ini akan berbenah?

3 komentar:

Ryan mengatakan...

Makanya nanti kalo udah punya supermarket, harga di kasir diturunin 500, pasti laris deh..

*ditimpuk asbak*

Kamaluddin Fikri mengatakan...

maksain rakyat berbenah akhlak itu resikonya perang sodara, bung

kalo ga percaya coba studi kasus2 sejarah

siap ga?

Zulfikar hakim mengatakan...

@Ryan
*nimpuk Ryan pake asbak

@Kamaluddin Fikri
Any way, di sini lah sebenernya tugas MUI. tidak ada yang bisa memaksa rakyat di negara demokrasi untuk berbenah kecuali - menurut saya adanya dua hal agama argumentatif maupun agama dogmatis. tinggal pilih mana yang sesuai dengan rakyat dalam hal penerimaannya.

Endangered Animal of the Day : Lupakah Kita Akan Keberadaan Mereka?