Jumat, 05 Desember 2008

Kaya jangan dijadikan tujuan hidup

Cerita ini saya dapatkan dari blognya Pak Rinaldi Munir, dosen kuliah struktur diskrit (yang kuliahnya gampang tapi saya ga ngerti sama sekali itu....). Hikmahnya? Akan saya tulis di akhir cerita ini...Link

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di sebuah pusat kota dimana wanita dapat memilih suami…

Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut:

Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI

Toko ini terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya semakin tinggi pula nilai pria di dalamnya. Bagaimanapun ini adalah semacam jebakan. Anda dapat memilih pria di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak boleh turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Tertarik dengan promo itu seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami…

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat kepada Tuhan.

Wanita itu tersenyum kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan sayang kepada anak kecil.

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 3 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, dan tampan.

” Wow.. keren”, pikir wanita itu penuh kekaguman.

Tetapi ia masih penasaran dan ingin terus naik ke lantai berikutnya.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun… Aku hampir tak percaya”, serunya dengan mata berbinar-binar.

Tetapi tetap saja dia melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 5: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, suka membantu pekerjaan rumah dan romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

~~~~~~~~~~~~~~

Lihatkan? Betapa manusia (tidak terbatas pada wanita saja) tidak pernah puas akan apa yang telah didapatkan. Manusia selalu ingin mendapatkan lebih dan lebih. Ekivalen dengan hal di atas : bahkan kalau bisa menjadi manusia terkaya di dunia.

"Jika telah kaya kemudian apa?" . Pernahkah Anda bertanya-tanya seperti itu? Bisakah Anda menjelaskan jawaban dari pertanyaan itu secara logis - menurut hati nurani Anda tanpa pembenaran apapun? Terus terang, saya tidak terlalu bisa menjawabnya, jika tanpa pembenaran.

Seperti gaya elaborasi argumen saya sebelumnya, saya akan menjelaskan argumen saya per point sebagai berikut ini:

1. Ketika Anda telah menjadi kaya, maka Anda akan menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih. Ketika Anda punya motor, maka kemudian Anda akan mengingkan mobil. Ketika Anda menginginkan mobil, Anda menginginkan rumah. Kemudian mobil mewah (dengan harga yang lebih mahal dari mobil Anda yang pertama), punya villa di tempat yang sepi, punya pesawat atau heli ke villa itu, dan seterusnya, dan seterusnya. Harta Anda akan Anda buang begitu saja demi memuaskan nafsu Anda. Dan semakin tinggi level nafsu Anda tadi, semakin tinggi pula biaya perawatan yang dibutuhkan, dan Anda akan membutuhkan semakinn banyak uang. Tidak ada habisnya kan?

2. Anda mau menyimpan semua harta Anda di bank? Ini berarti membiarkannya dimakan oleh inflasi, karena bunga deposito dan tabungan selalu lebih rendah dari inflasi. Atau ingin memainkannya di forex? Ini berarti Anda akan siap stress suatu saat, tegang jika uang Anda akan hilang ketika terjadi gonjang-ganjing ekonomi yang tidak pernah diduga.

3. Ok, Ok. Alternatif berikutnya : mendapatkan uang dari MLM seperti ini atau itu!!! Apa yang akan Anda hadapi? Jawabannya singkat : stress karena Anda harus mencari downline dan downline, membuat mereka yakin untuk bergabung dan membuat mereka betah di MLM yang Anda ikuti... Masih stress juga kan?

4. Ingin berangan-angan kaya dari pekerjaan? Belum tentu juga sih. Saingan Anda sangat banyak. Konon, jumlah sarjana menganggur di Indonesia ada sekitar 740.000 orang, termasuk lulusan diploma. Dan dengan tingginya lulusan yang ada di pasar tenaga kerja, berarti semakin rendah gajinya kan? Konon juga (kata saudara gw yang di akuntansi UI) lulusan akuntansi biasanya mendapatkan hanya 3jt/bulannya.

Jadi, masih ingin menjadi kaya? Ya Masihlah. GW AJA PENGEN! Tapi janganlah menjadikan kaya sebagai tujuan hidup. ada tujuan hidup yang lebih jauh dan berpandangan ke depan : Jadi ahli IT, jadi Guru, atau bahkan jauh lebih ke depan lagi : Masuk Surga ^^!!! Anda akan mendapatkan rezeki Anda dari situ. Yang jelas pasti cukup, karena Tuhan telah menjanjikan setiap makhluknya pasti ada rezeki nya masing-masing yang mencukupi.

Dalam sebuah riwayat katanya (di sebuah majelis di kuliah agama) Dunia ini cukup untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak akan cukup untuk keserakahan manusia.

Dan jangan salah, biasanya Anda akan mendapatkan rezeki yang Anda sebutkan "kaya" itu justru bukan karena itu bukanlah tujuan hidup Anda. Do you believe me? Believe it!

5 komentar:

rinaldimunir mengatakan...

Hai Zul, assalaamu'alaikum wr. wb.
Komentarmu menarik juga. Kaya yang sebenar-benarnya kaya adalah "kaya hati", bukan kaya harta. Begitu hadis Rasulullah.

telurebus mengatakan...

Iyah...
Saya setuju, kaya bukan tujuan hidup...

Karena itu saya benci MLM, seolah uang adalah Tuhan...

Pak Rinaldi juga benar, yang bagus adalah "kaya hati"

edratna mengatakan...

Kaya hati....ini memang yang sebaiknya menjadi tujuan.
Bagaimana agar kita bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kebutuhan keluarga, serta berbuat kebaikan pada sesama

ciwir mengatakan...

kaya itu adalah kebutuhan, menurut saya.
jadi kita butuh kaya. kaya hati, kaya harta, kaya amal ibadah dll

Zulfikar hakim mengatakan...

@Pak Rin
wah, ada Pak Rin!Sangat stuju Pak!! ^^

@telurebus
Haha, MLM juga ditolak oleh hati nurani gw. ntahlah mengapa.

@edratna
begitulah Bu. kaya hati saya pikir lebih utama daripada kaya harta

@ciwir
Hahaha, kita bedakan saja antara kebutuhan dan nafsu. Harta itu kebutuhan, tapi kaya harta tidak selalu menjadi kebutuhan. iutlah

Endangered Animal of the Day : Lupakah Kita Akan Keberadaan Mereka?