VS
Tulisan saya di sini tidak ingin mbandingin ITB sama SMA Taruna Nusantara. Ya iyalah, masa SMA sama PT dibandingin, macam mbandingin mana yang lebih enak : daging ayam atau buah sirsak. Beda kelas itu mbah.....
Secara spesifik, saya sebagai alumni yang telah lebih dari 1 tahun mengenyam pendidikan tinggi ingin share apa yang ditemukan di ITB namun tidak ditemukan di TN. Here we go....
1. Orang orasi ga jelas di pusat keramaian di kampus, tapi yang dengerin dikit.
Ya! Itulah yang terjadi. di kampus awak yang baru, ITB, saya pernah melihat seseorang yang orasi ga tau apaan, tapi yang dengerin duikiiit banget, kalo terlalu tabu dibilang tidak ada. Biasanya mereka orasi mengenai keadaan pemerintah, keadaan masyarakat, dan isu-isu lainnya. Namun masalahnya, tidak ada yang merasa diwakilkan (misalnya masyarakat, karena toh ga ada masyarakat juga yang dengerin tuh orasi) atau yang diprotesin. (pemerintah mah di gedung sate atau di jakarta, mana ada di Campus Center Barat)
Mau membangkitkan emosi mahasiswa? kalo ada yang dengerin dengan antusias dan berhasil menggalang massa dan membuat macet jalan mah masih mending. Laa... yang dengerin bisa diitung sama jari tangan 2 orang.. Pie toooo....
Di TN ga pernah ada yang orasi kayak gini. paling banter juga pidato kampanye OSIS-PK ketika masa reorganisasi..... ini pun semua orang mendengarkan, semua orang antusias, tertawa atau tepuk tangan dengan riuh jika diperlukan
2. Mereka yang mengucapkan "Assalamu'alaikum Wr. Wb." Untuk membuka kuliah atau kelas
Di kampus lama, kalo ada orang yang buka kelas atau kuliah (selain di masjid tentu saja) hampir tidak ada yang mengucapkan salam yang mulia seperti di atas. Biasanya "Selamat Pagi", "Selamat Siang", dan kawan-kawannya. Pengecualian kalo di upacara atau Jumpa Tokoh Nasional (JTN), atau kelas Agama Islam
Saya teringat ketika memulai sebuah kuliah kimia dasar oleh Bapak Drs. Sarwono. Beliau mengucapkan salam dengan hangatnya. Saya sadar kenapa itu terasa begitu hangat di dada saya. Ya, karena sebelumnya kami hanya serentak mengucapkan "Selamat Siang" atau "Selamat pagi", tanpa ada sebuah doa yang mendoakan keselamatan seseorang secara luas, baik dunia maupun akhirat
3. Cewe berjilbab.
Yah! Di ITB banyak sekali akhwat berjilbab. ada yang cuma diiket di leher, ada yang sampe leher tambah 5 cm, ada yang sampe dada (dan yang sampe dada biasanya cewenya cantik banget. hehehe). Wah, di TN ini pemandangan langka. cuma minggu aja yang boleh pake jilbab buat cewe. itupun cuma sampe makan siang (jam 12.45). Sedih? Iyalah
Jadi inget ada guru agama Islam akhwat yang nyaris dikeluarin gara2 pake jilbab. Busyet dah, masa guru Agama Islam suruh lepas jilbab,......Kenapa? You know why lah.......
OK, karena gw harus objektif, maka post berikutnya akan membahas "apa yang ditemui di TN namun tidak pernah ditemui di ITB". Tapi jangan sekarang lah yah........hehehe